sgUOEzvIgsbxenaKKZaRdjzIV8wzk768OwwPZ93N
Cara Berkomunikasi Yang Baik, Menjadi Seorang Ahli Komunikator

Iklan Billboard 970x250

Cara Berkomunikasi Yang Baik, Menjadi Seorang Ahli Komunikator

JOSUARIFANDY.COM - Apakah anda merasa bahwa cara berkomunikasi anda kurang? apakah anda merasa bahwa komunikasi anda dengan teman, atasan, maupun keluarga Anda kurang efektif atau dalam istilah sehari-hari tidak nyambung? Nah, pada postingan hari ini saya akan membagikan sedikit tips mengenai komunikasi yang baik. Saya berharap mudah-mudahan dengan apa yang saya bagikan hari ini dapat merubah cara pandang teman-teman mengenai cara berkomunikasi.

Source : https://unsplash.com

Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu kemampuan yang paling penting dalam kehidupan. Kenyataannya semua pekerjaan memerlukan dan bergantung terhadap cara Anda komunikasi dan mempengaruhi orang lain. Tidak percaya?

Jika Anda seorang pengusaha, komunikasi sangat dibutuhkan ketika anda mencari dan memotivasi karyawan anda, ataupun mencari investor yang ingin bergabungan dengan perusahaan anda. Ketika anda menjadi seorang penjual atau sales, komunikasi sangat dibutuhkan ketika Anda menjelaskan mengenai produk yang akan Anda jual, ataupun menjadi seorang guru atau orang tua dimana anda harus dapat memotivasi menyakini dan menjalin hubungan baik dengan anak yang anda didik.

Jadi apa sebenarnya yang menjadi kunci dari Komunikasi itu? Kuncinya adalah " Bertanggung jawab atas cara berkomunikasi anda yang nantinya akan berdampak pada hasil komunukasi Anda tersebut".  Dengan menggunakan prinsip ini kita pasti akan mendapatkan hasil yang baik dari komunikasi kita.

Nah, namun dalam melakukan komunikasi sering kita menemui orang yang tidak mau respon dengan komunikasi kita. Ketika kita sharing pendapat ke teman atau atasan, apakah mereka selalu mau merespon pendapat kita?. Ketika kita memotivasi karyawan ataupun anak kita, apakah mereka selalu mau menerima motivasi tersebut? Jawabannya "Tidak".

Kita telah melakukan komunikasi yang baik namun pendengar memberikan respon yang tidak baik seperti tidak mendengar, berpikiran tertutup, rewel, ataupun merasa bodoh amat. Jadi dengan keadaan tersebut siapa yang disalahkan?

Nah kita dapat memilih respon apa yang akan kita berikan jika bertemu seperti contoh orang yang diatas, pilihan pertama yaitu menyalahkan orang tersebut. Namun tahukah kamu? jika kita memilih respon tersebut kita telah menutup pintu terhadap mereka. Sehingga komunikasi memang benar-benar sudah tidak baik lagi.

Pernahkah Anda mendengar teori komunikasi tradisional tentang cara berkomunikasi yang sukses yang menyatakan bahwa ketika ada dua orang berkomunikasi, keduanya memiliki masing-masing 50% tanggung jawab atas kesuksesan komunikasi tersebut. Jadi ketika si A menjual ide ke si B, A akan melakukan komunikasi terbaiknya namun 50% kesuksesan komunikasi tergantung dari si B.

Source : https://unsplash.com

Nah jika si B memiliki pikiran yang tertutup pasti komunikasinya tidak akan sukses bukan? Sayangnya orang yang mengikuti teori tersebut tidak akan dapat menjadi ahli komunikator dan akan sering mendapatkan hasil yang tidak tidak diharapkan. Dan kita malah menyalahkan orang lain atas komunikasi kita tersebut. Apa gunanya saya ngobrol dengan dia, toh dia tidak mau mendengarkan saya.

Nah jadi bagaimana caranya kita mendapatkan komunikasi yang efektif dan bisa menjadi seorang ahli komunikator? yaitu dengan Bertanggung jawab 100% atas kesuksesan komunikasi Anda. Jika si A mengkomunikasikan sesuatu kepada si B namun si B tidak mau merespond yang dikatakan si A jangan salahkan si B. maka si A harus bertanggung jawab dan menerima bahwa komunikasi yang diberikan si A tidak efektif. Dengan begitu maka si A akan mengubah komukasinya sampai si A mendapat respond yang diiginkan.

Contohnya yaitu jika kita mengkomunikasikan sebuah ketulusan kepada orang lain, namun orang lain tersebut mendapatkan respon yang tidak tulus, kita tidak boleh menyalahkan orang tersebut. Bisa jadi hal tersebut karena nada suara ataupun bahasa tubuh kita yang tidak tulus. Lalu dengan begitu kita dapat mengubah strategi komunikasi kita hingga orang lain mendapatkan respon yang kita inginkan yaitu menjadi tulus.

Komunikasi memiliki tiga elemen dasar yaitu Kata, Nada dan Bahasa Tubuh. Berdasarkan riset sebuah komunikasi yang baik itu terdiri atas 7% Kata, 38% nada suara dan 55% bahasa tubuh. Meskipun yang kita katakan itu sangat penting namun jika cara kita menyampaikan kurang baik seperti suara yang tidak kedengaran atau malah terlalu kuat, dan bahasa tubuh kita yang sangat plat membuat kata-kata yang ingin kita sampaikan tidak direspon baik.

Agar sesuatu berubah, saya harus berubah terlebih dahulu. Itulah inti dari pembahasan kita saat ini. Ketika kita bertanggung jawab atas apa yang kita dapatkan dan mengubah diri sendiri, segala hal dan semua orang lain akan berubah bersama kita. Mari kita lihat contoh dibawah ini.

Ada seorang ibu yang mengeluh mengenai anaknya yang sangat tidak mau belajar bahasa mandarin. Anaknya tersebut selalu memberi alasan bahwa pelajaran bahasa Mandarin itu sangat sulit dan tidak ada gunanya. Ibunya sudah berusaha semaksimal mungkin agar anaknya mau belajar namun hasilnya tetap sama. " Saya sudah mencoba semuanya. Dia tidak mau mendengar dan berubah untuk belajar bahasa Mandarin.

Source : https://unsplash.com

Namun muncul pertanyaan kepada si Ibu. " Apakah si Ibu berbicara bahasa mandarin dirumah?" Jawabanya adalah tidak, karena meraka lebih senang berbicara bahasa inggris dirumah. Pernah tidak terpikirkan si Ibu untuk berbicara bahasa Mandarin di rumah agar anak lebih bisa melatih bahasa tersebut? Jawabannya bahasa tersebut sulit dipelajari dan mereka tidak perlu memakai bahasa tersebut di rumah.

Nah dari jawaban ibu tersebut sudah ketahuan alasan anaknya tidak mau belajar bahasa Mandarin. Si Ibu memang sudah menyampaikan bahwa bahasa Mandari itu mudah dan penting, namun tindakannya bertolak belakang dengan hal tersebut. Ibu itu sendirilah yang menjadi penyebab anaknya tidak termotivasi sama sekali.

Nah setelah itu, Ibunya memutuskan untuk belajar bersama dengan anaknya dan menggunakan bahasa tersebut di kehidupan sehari-hari, hasilnya adalah anaknya sekarang sudah termotivasi dan mau berbahasa Mandarin. Nah intinya Segala sesuatu berubah, jika saya berubah terlebih dahulu.


Jadi....
Jika Anda ingin digemari orang lain, perbaiki penampilan dan tingkatkan kemampuan Anda
Jika Anda ingin memiliki anak baik, jadilah orang tua yang baik
Jika Anda ingin mempunyai pendapatan yang baik, tambahkan nilai terbai anda
Jika Anda ingin jualan anda laku, Tingkatkan kualitas dagangan anda.
Jika Anda ingin menarik staf terbaik, jadilah bos terbaik.

Cobalah bertanggung jawab atas apa yang anda lakukan sekarang. Setelah itu evaluasi dan rubah hal tersebut. Pasti hal yang ingin Anda inginkan akan tercapai.

Nah tidak terasa sudah sampai ke penghujung postingan ini. Mungkin bahasa yang saya gunakan sedikit tidak baku atau sulit Anda mengerti, saya minta maaf atas hal tersebut. Namun semoga Anda mengerti inti dari tulisan ini dan menerapkannya dalam kehidupan Anda. Terimakasih sudah mau membaca, jangan lupa untuk share tulisan ini ke teman ataupun Saudara Anda. Sampai Jumpa! Jangan lupa tersenyum yaa :)
Baca Juga
SHARE
Josua Rifandy
Nama saya Josua Rifandy Siahaan, saya berasal dari Sumatera Utara, tepatnya di Toba Samosir

Related Posts

Subscribe to get free updates

1 komentar

Posting Komentar